Category: Cerita Sekitar

Listrik Mati Bawa Rejeki

Belakangan ini PLN memang bikin gemes.

Hampir seminggu sekali, pasti lampu mati. Saya tidak tahu, apakah ada jadwal rutin yang ditetapkan sampai beberapa tahun untuk pemadaman bergilir.

Ayah saya yang tidak sabaran setelah listrik berkali-kali mati di rumah kami, punya kebiasaan telepon PLN dan menanyakan alasannya. Dia bisa melakukan itu 3 kali selama listrik masih mati.


Nonton Kick Andy Offair

Dibilang penggemar Kick Andy juga bukan…..

Tamu yang datang juga bukan favorit saya. Bahkan saya cuma kenal seperempatnya, yaitu Nugie.

Saya datang terlambat ke acara ini, tapi itupun tak jadi soal. Dugaan saya acara ini juga tak akan terlalu seru.

Acara yang digelar BEM Unud tanggal 18 Desember 2009 lalu dimulai jam 2 siang di Jimbaran. Saya lupa nama tempatnya, pokoknya itu tempat mahasiswa wisuda sekaligus ospek. Yang datang bebas. Memang rata-rata mahasiswa unud dengan jas birunya, tapi saya yang masih terhitung mahasiswi juga hadir walaupun dengan komplotan Bali Blogger. Mas Anton, Mbok Luhde, Bani, Aji, Lina dan Tulank. :)


Diskusi Sendiri

Ga usah pake bahasa resmi indonesia yah…

bosen…

Hari itu saya janji nganterin temen yang pengen langganan paket internet unlimited. Karena dia janji mau ngajarin saya teknik Mini-Cex (yang sampe sekarang belum ditepatin), saya setuju nyetir motor maticnya, sumpe tu motor alot banget, kayaknya jarang diservis. Pantes saya disuruh nyetir, padahal jaraknya cuma waturenggong – teuku umar ( 3 km ).


Bali Blogger Community Tahun Ke 2

BBC YANG LOGONYA ADA DI SIDEBARKU ITU SEDANG GARING.
Milisnya basi.
Semuanya sibuk.
Anggota barunya inert.
Aku juga basi.
Juga inert.
Juga jarang ikut acara offline.

Perempuan-perempuannya hilang.
Dulu ada fenny.
Sering berkomentar pedas.
Menghidupkan suasana.
Ada juga Nisha.
Mbok Arie.
Ikha.
Untung mbok Luh De
Dia masih hidup di milis.
Pembangkit semangat membaca email-email.
Tak melulu politik dan futsal yang dibahasnya.
Untung….

Sebenarnya,
Cewe-cewe favoritku ini hilang kemana?
Hidup membuat semuanya sulit menulis?
Kritik yang dilontarkan blogger lain membuat mereka enggan partisipasi?
Blogger perempuan tak harus punya gacoan/pacar/suami di BBC untuk bergabung.

Kenapa tidak?
Perempuan dan laki-laki punya suara.
Tiap kepala punya pendapat.
Tiap karya ingin diapresiasi.

Perempuan pada kemana?
Satu datang dua pergi.
Sekarang perkenalan, seminggu kemudian tak terdengar lagi.
Tahun depan muncul bilang kangen.
Kangen basa-basi.
Milis BBC kan tak hanya anggota IT, tak melulu politisi.
Bisa cara berdandan dan milih baju terkini.
Kita blogger, punya macam-macam kategori.

Semua boleh bergabung di BBC.

**Tulisan ini menyambut ajakan Eka, ketua ultah BBC tahun kedua dan introspeksi diriku sendiri.**

Aku jadi inget jarjit, tokoh di Upin dan Ipin :D


Bulletin Gereja, Efek Genovese

Ini hari Minggu, dan saya datang ke rumah teman untuk mendiskusikan rencana penelitian di Puskesmas Kerambitan I. Penelitian kecil tentang kejadian Rabies di daerah itu. Namun, disini saya tidak akan menceritakan penelitian dan kehidupan di Kerambitan.

Sebuah bulletin 2 lembar berwarna hitam putih ada di atas meja, gambar depannya seorang wanita dengan dandanan tahun 1960 an.

Wanita itu adalah Catherine Genovese (Kitty), seorang wanita yang tinggal di New York, berprofesi sebagai manager bar di New York sana.

Dini hari, bulan Maret 1964, Genovese pulang dari tempat kerjanya menuju apartemen mengendarai mobil. Saat memarkirkannya di Long Island Railroad parking lot, sekitar 20 meter dari apartemennya, dia merasa diikuti oleh seseorang dari belakang. Saat Kitty turun dari mobil, dia melihat seorang laki-laki di belakangnya yang memegang pisau. Kitty lari menuju apartemen, tetapi sayang, laki-laki itu lebih cepat dari Kitty.

Laki-laki itu lalu meraih tubuh Kitty dan menusuk punggungnya beberapa kali. Kitty lalu jatuh ke tanah dan berteriak kepada siapapun yang bisa mendengarnya. “Oh Tuhan, dia menusukku! Tolong aku! Tolong!”. Teriakan itu berhasil membangunkan tetangga di sekitar dan membuat laki-laki itu pergi dari tempat kejadian. Terdengar suara keras, “Hey! Tinggalkan wanita itu!”. Suara itu datang dari tetangga apartemennya di lantai tujuh, tapi lalu suasana kembali senyap. Tak seorang pun turun dan menolong Kitty yang berlumuran darah. Lampu-lampu kembali mati dan gelap.

Kitty berjuang untuk tetap sadar dan meraih pintu apartemen yang terkunci, tapi tak beruntung, 5 menit kemudian laki-laki itu kembali datang, memukuli Kitty, memperkosanya dan menusuknya kembali beberapa kali lalu mengambil dompet yang berisi $49 dollar dan meninggalkan Kitty tewas di tempat parkir itu.

Kejadian ini menimbulkan pembicaraan di Amerika Serikat dan munculnya istilah Genovese Syndrome yang disebut juga bystander effec,t dimana, pada suatu saat yang darurat banyak orang yang dapat menolong tapi tak satupun yang menawarkan pertolongan atau langsung menolong.

Ini sama dengan saat seseorang mengalami kecelakaan motor, 10 orang lalu berhenti dan menonton, setelah puas tertegun, mesin kembali dinyalakan dan berjalan.

Saya yakin banyak kejadian seperti ini, tak hanya Catherine Genovese, tapi apa jadinya jika Catherine Genovese adalah diri sendiri. Bagaimana rasanya meminta tolong tapi tak ada yang menjawab. Sakit hati sampai mati.