Archive for the ‘Mind’ Category

Cerita Dona dan Doni

Friday, March 12th, 2010

Dona dan Doni adalah kembar. Dona perempuan dan Doni laki-laki.

Mereka hidup bersama ayah dan ibu tirinya. Ibu kandung mereka meninggal saat melahirkan mereka karena kelelahan dan perdarahan.

Dona dan Doni saling membantu satu sama lain. Ibunya sering memukuli mereka, melemparkan makanan basi ke wajah mereka dan mengusir mereka dari rumah saat ayah mereka bekerja.

Saat ayah mereka pulang, sang ibu tiri akan berubah menjadi seorang yang manis di hadapan ketiganya.

Ayah mereka tak pernah tahu, sampai suatu saat, secara tidak sengaja si kembar ditemukan sedang mengorek isi sampah di depan warung makan siang yang biasa dikunjungi sang ayah dekat kantor.

Ayah pun pergi ke rumah, mengusir si ibu tiri dan hidup bahagia dengan si kembar.

Itulah yang diceritakan nenekku waktu aku tidur dulu. Selalu menggunakan nama Dona dan Doni, ada tokoh ibu tiri dan sang ayah yang tidak pernah tahu bahwa buah hatinya sedang disiksa di rumah, dengan akhir cerita bahagia, dengan ayah yang menemukan si kembar itu menderita dalam kondisi yang berubah-ubah.

Waktu kecil jujur saja, aku bosan sekali mendengar cerita itu. Itulah sebabnya kemudian aku mengantuk, tidak bertanya lebih lanjut apa yang ada dibenakku.

Pertanyaanku dulu adalah, kenapa nenek bilang Dona dan Doni itu kembar? Mereka laki-laki dan perempuan. Akan semirip apa anak kembar yang beda kelamin? Lalu, apakah tidak ada kesempatan ibu tiri jadi baik? Tidak adakah ibu tiri yang baik? Dan Ayahnya itu, kenapa dia bodoh sekali, apa tidak ada bekas di badan Dona dan Doni yang membuktikan bahwa mereka disiksa?

Saat cerita itu berlanjut, kipas sate itu membawaku ke alam mimpi. Selalu seperti itu. Saat bangun tidur, yang aku ingat cuma kepastian kalau seseorang yang kutemui terakhir sebelum tidur ada di sampingku. Jika tidak, aku akan mencarinya mati-matian dan kesal kalau orang itu pergi ke luar atau tidak ada lagi di rumah.

Lalu aku mulai sekolah, Dona dan Doni tidak ada lagi di pikiranku. Yang ada matematika, permainan engklek, lompat karet, sampai fase surat cinta. Saat itu aku di SMP, dan mulai menemukan tentang Dona dan Doni. Pelajaran reproduksi yang menarik :D tentang sperma dan sel telur. Kemungkinan dua sel telur dan dua sel sperma yang terbuahi yang dapat menghasilkan anak “kembar” yang dapat berbeda kelamin. Dona dan Doni membantu mengerti itu.

Sosiologi di SMU, pelajaran yang tidak menarik dan membuat bolos empat kali pertemuan. Membuat guru sosiologi mencari seorang dengan nama Putri Astiti yang alasannya meninggalkan pelajaran karena ada kegiatan eskul di luar sekolah. Dona dan Doni membantuku belajar tentang penyimpangan perilaku. Guruku kesal saat nilai ulangan susulanku 100. :D

Dona dan Doni masih kubawa saat aku masuk kuliah. Obstetri dan Ginekologi. Tentang indikasi operasi sesar pada Gemelli (hamil kembar). Pada keadaan tertentu, resiko perdarahan atau yang lebih berbahaya tentang ruptur pada rahim ada di dalamnya. Itulah mungkin kenapa nenek menceritakan alasan persalinan yang membuat ibu mereka meninggal.

Dulu aku heran, kenapa nenek begitu aneh menceritakan fiksi yang pahit pada cucunya, tapi kemudian aku berpikir, nenek hanya menceritakan realita yang dapat terjadi pada hidup. Entah hidup siapa. Hal yang seperti itu ada di dunia ini. Peri yang tinggal di semak-semak, negeri di awan, alat-alat ajaib, itulah yang tidak ada. Yang mungkin ada adalah si kembar Dona dan Doni. Mungkin nenek juga menitipkan pesan, hal buruk dapat terjadi pada sebuah keluarga, agar aku berhati-hati untuk mendirikannya. Mungkin juga beliau menitipkan pesan tentang pemeriksaan kehamilan secara rutin, atau tentang pengawasan anak agar tidak alfa seperti ayah Dona dan Doni. Yang jelas, semakin umurku bertambah, semakin cerita itu ada di realita kehidupan.

Cara Menghilangkan Jenuh

Friday, January 22nd, 2010

Jenuh pasti ada saat kita sedang melakukan pekerjaan rutin yang tidak ada henti-hentinya. Dari bangun pagi sampai malam kerjanya itu-itu saja. Kadang beberapa dari kita terjebak di ruangan 4 x 4 dengan komputer di depan dipaksa rekap data, menghitung, menulis, seharian.

Ada beberapa cara mengatasi jenuh, dari yang biasa saja sampai yang nyeleneh, supaya penatnya bekerja tidak terlalu terasa, tapi juga tidak merugikan siapapun termasuk diri kita sendiri….

Pilih salah satu, semoga membantu saat waktu terasa sedikit :

  • Carilah TV, nonton acara lucu sebentar.  Tidak ada? akses video-video lucu. Yang bisa bikin tertawa, dengan begitu beban lepas sebentar dan tidak membuat kecanduan yang dapat membuang waktu.
  • Lakukan gerakan ini : berdiri dari tempat duduk – membungkuk dan sentuhkan kelingking kaki kiri dengan kelingking kanan, sembari kelingking masih menempel, sentuh jari manis tangan kanan ke jari manis kaki kiri dst sampai jempol dan angkat tangan kiri, lakukan sebaliknya pada kaki kanan. Setelah itu, lakukan gerakan mencucu dan tersenyum lebar sambil meregangkan tangan kebelakang. Lakukan ini berulang selama 5 kali.
  • Punya kamera di hp atau laptop? Saatnya action. Keluarkan muka-muka aneh. Dari yang eksotik sampai yang nerd. Seekspresif mungkin. Kalau perlu bikin videonya dengan volume 0% agar orang di samping bilik Anda tidak terganggu, setelah itu lihat kembali foto-foto itu. Kalau perlu tunjukkan pada teman kerja Anda betapa Anda berbakat jadi model kamera pribadi. Jangan lupa dihapus kalau ga mau jadi aib. :D
  • Jalan-jalan. :D Keluar dari bilik, berjalanlah ke sudut kantor sampai ke sudut satunya lagi. Cobalah ingat-ingat nama semua orang yang Anda temui di kantor, balaslah atau tersenyum duluan jika bertatap muka.
  • Telepon. Pacar, suami/istri, anak atau orang tua. Lakukan selama 5 – 10 menit, menanyakan apakah sudah makan siang, masak apa untuk malam nanti, apa rencananya hari ini. Tanya hal kecil yang mereka sukai.

Kadang seseorang dapat melewatkan waktu saat jenuh dengan hal-hal yang membuang waktu seperti main game, melihat situs porno, bergosip atau ngemil. Bagaimana dengan keuntungan yang kita dapat saat meluangkan sedikit waktu? Itu juga harus diperhitungkan.

Klise memang, tapi apa salahnya melakukan kegiatan yang tidak merugikan diri sendiri dan orang lain untuk menghilangkan jenuh?

Good luck ^^