On a bowl of yogurt we cry for today

“Hhhooowwhhhh!!! Gue pengen nangis put… “, dia sudah mulai menunjukkan wajah yang sebenarnya samar-samar antara konstipasi atau sedih.

“Gue juga pengen nangis…. hhhhhh… udahlah”, kata saya padanya.

Kita belakangan memang sering sama-sama. Hari ini kita gagal sama-sama, pengen nangis sama-sama, didamprat sama-sama tadi malam, kita juga terlelap sama-sama di dapur, berbantal tangan dan berkasur kursi kayu. Dapat tempat tidurĀ  sudah bersyukur, bahkan di lantai yang dinginpun rasanya tetep asoy.

Jadi koas ga selamanya lancar. Kadang ada yang bikin kita sedih melankolis atau senang sampai ingin merayakannya dengan begadang, berlawanan dengan kebutuhan tidur yang harusnya meningkat pada kaum kami. (Oya, dan belajar, biar ga disangka blog ini menyesatkan junior koas lainnya)

Tapi kita, aku dan seseorang yang menunjukkan muka konstipasi itu, punya spot untuk menumpahkan ke “engga banget” an, bergosip dan mengerjakan sesuatu yang ga penting. Toko yogurt dekat perempatan antara jalan teuku umar dan diponegoro, denpasar. Toko ini buka cabang di kota-kota besar jadi ga perlu saya iklankan disini.

Sampailah kita disana hari ini. Dalam beberapa menit kita tidak berbicara satu sama lain, cuma diam dan saling menertawakan, lalu mata kami berkaca-kaca, lalu tertawa lagi. Ga ada bedanya dengan pasien di Grogol, Porong atau Bangli.

Diantara itu kita tetap mengatakan hal yang sama dan ada ide gila darinya untuk bilang pada Emak masing-masing atas nasib yang menimpa. ” Tapi gue kalo nelpon Emak gue suka nangis put, ga kuat…!!”. Saya siap-siap menutupi muka dengan sofa yang saya duduki. Sukur emaknya ga ngangkat telponnya……. sukur…….

Sudahlah, toh semuanya akan kita lalui. Kita harus cepat-cepat keluar dari sini. Membawa sesuatu yang berharga untuk jadi dokter. Membawa semangat itu dan yang terbaik buat pasien-pasien kita nanti. Sakit hati jangan dibawa mati.

Yogurt porsi besar empat toping dan status twitter hari ini untuk hari yang lebih baik besok.

Amin.

“On a bowl of yogurt we cry for today. Not on your shoulder… :D Cc: @astiti”


112895731

This entry was posted in Pengalaman Dokter Muda. Bookmark the permalink.

3 Responses to On a bowl of yogurt we cry for today

  1. Putri says:

    kami semacam koas di hari-hari terakhir yang burned out….

  2. Cahya says:

    Ha ha…, ndak apa-apa, tapi bener deh rasanya kamu tampak seperti sosok yang sulit terlihat melankolis kalau pertama kali orang kenal kamu :)

  3. Putri says:

    iya bro, no pain no gain… :D
    Harus semangat nih, injury time tahun terakhir koas. :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>