**puisi dibuat oleh ayah kecoa, yang anaknya kuinjak tadi pagi, dibuat khusus untukku**
.
Aku ini kecoa terhormat,
Aku mendegradasi, ngurekin toilet kamu sehari-hari
Aku tinggal di kegelapan, menjaga barang-barang buangan
kau melihatku lalu melancarkan semprotan.
Sialan!
.
Aku ini kecoa terhormat!
Anakku kau injak sambil berteriak!
Sungutnya patah, sayapnya lepas
tapi tetap senyumnya ikhlas.
.
Aku ini kecoa terhormat!
Istriku kau racuni!
Badannya terbalik,
kakinya ngangkang, menggelinjang
kau pikir dia mati senang?
.
Kami ini terhormat,
kami mencari yang tak pernah kau cari
kami memangsa yang tak kau sukai,
Pada akhirnya hidup kami tak panjang
.
Tapi ingat!
Ingatlah kami!
Yang tak pernah hengkang, akan terus berjuang!
.
**Dan Ayah kecoa pulang ke toilet, duduk sedih melepaskan topi perjuangan, berduka untuk keluarganya yang mati di medan perang**
n.b : Nekat bikin puisi, berharap sangat (amat) novel 5cm dari blog mbak Fanny dan Vixxio

wah…. unik puisinya….. hehehehehehehe
Kecoang bisa perang juga yach…. hiihihhiihihihihi
Salam kenal dan salam hangat dari blogger Bali
uh…. kasihan kecoa nya…, Kalo ga ganggu seh ga papa…, Tapi kalo di nganggu mendingan jangan sering nonggrong di toilet orang lagi.., entar di basmi lho….
hehehehehe
KAsihan kecoa nya…. Tapi …, Mau apa lagi… udah takdir pak kecoa…
hehehehehehehehe
ok dicatat dulu ya. tks lho.
Jalan-jalan kesini sambil menjuri nih…
super kreatif ini… hahahahahah
Ha ha…, nekat bener bawa semprotan ke toilet, sekalian saja timpuk pakai sandal
puisi yg kocaknya terhormat
moga sukses lombana
hei ayahnya kecoa, klo lo macem2 gw bisa injak lo jg nnti, hahaha….
moga sukses ya…
“Hei! setelah kau menginjak cucuku, kau masih bisa berharap mendapatkan novel 5 cm? Enak sekali kau! Kakek doakan semoga menang ya menantuku…”
Loh?
hahahaha
lucu put ternyata… moga menang ya…
dramatis bgt tuh puisi,…
jadi ngeri bacanya,…