Psstt!!
Hoi Kamu!!
Iya kamu!
Yang marah dan egois.
Kamu yang katanya mau menikahiku!
Aku tidak ingin menikahimu.
Apa kamu tidak sadar?
Kamu juga tidak ingin menikahiku.
Kamu ingin menikahi dirimu sendiri.
Menikahi kepentinganmu sendiri.
Menikahi keluargamu sendiri.
Kamu menikahi cerminmu saja.
Jangan pernah nikahi wanita.
Aku ingin menikah berdua.
Eh kamu!
Jangan menoleh terus!!
Kamu tidak tahu cara bicara dengan orang?!
Jangan bertanya terus!
Jangan suruh aku bertanya. Jangan suruh aku lagi!
Kamu juga tak pernah bertanya.
Kamu butuh aku konfirmasi keinginanmu!
Jangan pernah menikah denganku.
Aku tak akan menjawab semua pertanyaanmu.
Kau tahu semua jawabannya.
Bawalah cermin yang besar.
Untuk kau peluk saat tidur.
Untuk membuatkanmu kopi pagi hari.
Untuk kau masuki celah di selangkangannya.
Nikahi saja cerminmu.
Lukislah dengan rambut panjang hitam.
Cat kulitmu dengan tinta putih.
Pecahkan kacanya kalau kau ingin tubuhnya berganti bentuk.
Lentingkan. Cembungkan. Cekungkan.
Terserah.
Toh itu kamu sendiri.
Pergi jauh-jauh.
Jangan pernah bertanya lagi.
Jangan pernah mengancamku lagi!
Dan aku tau kamu tak akan mengerti tulisanku.
Padahal cuma semudah mengeja A – B – C – D, 1 – 2 – 3 – 4.
Aku juga ingin mereka tau, kamu tak mengerti permasalahan semudah itu.

Kirain udah “get over him”, ternyata ada sambungannya heheheh
ini “him” yang mana dulu??
Waduh Put, kalau begitu sebaiknya aku ga dekat-dekat dulu dah… *kabur*
Just like someone ever said to me, “I see you…, that simple.”
I see you engken maksudne to bli??
Haduh… bicara apa tho kalian? orang dewasa omongannya sulit dimengerti. kalian ngga ngerti, kalo “him” itu hanya orang bodoh yang kebetulan sedikit beruntung? hahaha (apa sih?)
mantapbz betul Put, aku paling suka ini..
Nikahi saja cerminmu.
Untuk kau masuki celah di selangkangannya.
@ Fauzan : what is wrong with your name dude? ga ngerti iya lah, kamu kan ngertinya cuma makan gudeg aja… hehe!!
@ Tumik : lagi esmosi jiwa soalnya mbak