Cerita Dona dan Doni

Dona dan Doni adalah kembar. Dona perempuan dan Doni laki-laki.

Mereka hidup bersama ayah dan ibu tirinya. Ibu kandung mereka meninggal saat melahirkan mereka karena kelelahan dan perdarahan.

Dona dan Doni saling membantu satu sama lain. Ibunya sering memukuli mereka, melemparkan makanan basi ke wajah mereka dan mengusir mereka dari rumah saat ayah mereka bekerja.

Saat ayah mereka pulang, sang ibu tiri akan berubah menjadi seorang yang manis di hadapan ketiganya.

Ayah mereka tak pernah tahu, sampai suatu saat, secara tidak sengaja si kembar ditemukan sedang mengorek isi sampah di depan warung makan siang yang biasa dikunjungi sang ayah dekat kantor.

Ayah pun pergi ke rumah, mengusir si ibu tiri dan hidup bahagia dengan si kembar.

Itulah yang diceritakan nenekku waktu aku tidur dulu. Selalu menggunakan nama Dona dan Doni, ada tokoh ibu tiri dan sang ayah yang tidak pernah tahu bahwa buah hatinya sedang disiksa di rumah, dengan akhir cerita bahagia, dengan ayah yang menemukan si kembar itu menderita dalam kondisi yang berubah-ubah.

Waktu kecil jujur saja, aku bosan sekali mendengar cerita itu. Itulah sebabnya kemudian aku mengantuk, tidak bertanya lebih lanjut apa yang ada dibenakku.

Pertanyaanku dulu adalah, kenapa nenek bilang Dona dan Doni itu kembar? Mereka laki-laki dan perempuan. Akan semirip apa anak kembar yang beda kelamin? Lalu, apakah tidak ada kesempatan ibu tiri jadi baik? Tidak adakah ibu tiri yang baik? Dan Ayahnya itu, kenapa dia bodoh sekali, apa tidak ada bekas di badan Dona dan Doni yang membuktikan bahwa mereka disiksa?

Saat cerita itu berlanjut, kipas sate itu membawaku ke alam mimpi. Selalu seperti itu. Saat bangun tidur, yang aku ingat cuma kepastian kalau seseorang yang kutemui terakhir sebelum tidur ada di sampingku. Jika tidak, aku akan mencarinya mati-matian dan kesal kalau orang itu pergi ke luar atau tidak ada lagi di rumah.

Lalu aku mulai sekolah, Dona dan Doni tidak ada lagi di pikiranku. Yang ada matematika, permainan engklek, lompat karet, sampai fase surat cinta. Saat itu aku di SMP, dan mulai menemukan tentang Dona dan Doni. Pelajaran reproduksi yang menarik :D tentang sperma dan sel telur. Kemungkinan dua sel telur dan dua sel sperma yang terbuahi yang dapat menghasilkan anak “kembar” yang dapat berbeda kelamin. Dona dan Doni membantu mengerti itu.

Sosiologi di SMU, pelajaran yang tidak menarik dan membuat bolos empat kali pertemuan. Membuat guru sosiologi mencari seorang dengan nama Putri Astiti yang alasannya meninggalkan pelajaran karena ada kegiatan eskul di luar sekolah. Dona dan Doni membantuku belajar tentang penyimpangan perilaku. Guruku kesal saat nilai ulangan susulanku 100. :D

Dona dan Doni masih kubawa saat aku masuk kuliah. Obstetri dan Ginekologi. Tentang indikasi operasi sesar pada Gemelli (hamil kembar). Pada keadaan tertentu, resiko perdarahan atau yang lebih berbahaya tentang ruptur pada rahim ada di dalamnya. Itulah mungkin kenapa nenek menceritakan alasan persalinan yang membuat ibu mereka meninggal.

Dulu aku heran, kenapa nenek begitu aneh menceritakan fiksi yang pahit pada cucunya, tapi kemudian aku berpikir, nenek hanya menceritakan realita yang dapat terjadi pada hidup. Entah hidup siapa. Hal yang seperti itu ada di dunia ini. Peri yang tinggal di semak-semak, negeri di awan, alat-alat ajaib, itulah yang tidak ada. Yang mungkin ada adalah si kembar Dona dan Doni. Mungkin nenek juga menitipkan pesan, hal buruk dapat terjadi pada sebuah keluarga, agar aku berhati-hati untuk mendirikannya. Mungkin juga beliau menitipkan pesan tentang pemeriksaan kehamilan secara rutin, atau tentang pengawasan anak agar tidak alfa seperti ayah Dona dan Doni. Yang jelas, semakin umurku bertambah, semakin cerita itu ada di realita kehidupan.

This entry was posted in Body, Mind & Diseases, Mind. Bookmark the permalink.

7 Responses to Cerita Dona dan Doni

  1. Cahya says:

    Berarti Putri setelah jadi nenek-nenek kira-kira akan menceritakan kisah yang sama :)

  2. imadewira says:

    lucu juga komentar diatas, hehehe

  3. Aku juga baru sadar bahwa cerita si kancil anak nakal ternyata ada dalam kehidupan nyata. Tentang anak kecil yang nakal yang dikurung dan tidak diberi ampun. Sayang, yang nakal bukan anaknya, tapi pembantu kurang ajar, atau orangtua yang tdak mengerti bagaimana cara mendidik anak yang baik. (???)

    Aku tau kalo kamu kembar beda jenis kelamin, pasti namanya putra dan putri. kalo kembarnya tiga, jadi putra, putri, dan pitri.
    kalo empat dan yang satu hidungnya mancung, petruk. :D

  4. achoey says:

    Kisah membuah hikmah
    jika diresapi dengan bijak :)

  5. DikMa says:

    Ahh, Ingat dengan seseorang pemain Bola, siapa yaa ?? :-)

  6. Yang saya tau, Donadoni itu nama 1 orang saja kok. Coba cek Roberto Donadoni.

  7. Febi Dwi Ramadhani says:

    bguuus bngeett ceritanyaa…
    I like it . . .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>