JKBM.
Jika Anda rajin baca koran lokal di Bali, pasti tahu istilah ini.
Jaminan Kesehatan Bali Mandara, yang intinya adalah pelayanan kesehatan gratis untuk penduduk Bali dengan KTP Bali. Kabar baik kan? Anda bisa bernafas sedikit lega karena pelayanan ini mulai berlaku pada 1 Januari 2010.
Alur untuk mendapatkan layanan adalah dengan memeriksakan diri ke Puskesmas wilayah Anda dan mendapat surat rujukan untuk ke Rumah Sakit jika memang perlu dirujuk. Tetapi, jika puskesmas masih mampu menangani, Anda cukup diobati di Puskesmas, tentu juga tanpa tarif. Jika dalam keadaan darurat dan Anda tidak sempat membawa diri Anda ke puskesmas, tidak punya waktu untuk mengurus ini dan itu karena kerabat Anda dalam kondisi kritis misalnya, cukup tunjukkan ktp yang bersangkutan pada bagian administrasi Rumah Sakit Umum Pusat atau Daerah, dan Anda akan mendapatkan pelayanan gratis untuk masalah kesehatan. Tentu yang akan berlaku adalah KTP propinsi Bali.
Yang akan Anda dapatkan adalah pelayanan poliklinik dengan obat-obat generik, pelayanan rawat inap dan rawat darurat di UGD. Tetapi, pelayanan ini tidak berlaku untuk Anda yang ingin dirawat inap di VIP, kamar kelas I, kelas II atau untuk Anda yang ingin mendapatkan obat paten dari RS.
Kabar baiknya, respon masyarakat sangat tinggi di RSUD Gianyar. Banyak pasien yang datang berkunjung ke RS karena layanan ini sangat menguntungkan.
Untuk Anda yang berasal dari Jembrana, layanan ini tidak berlaku, karena Jembrana sudah mempunyai program pelayanan kesehatan dengan sistem yang mirip dengan JKBM.
Info lebih lengkap bisa Anda dapatkan di Puskesmas terdekat.
Semoga Bali lebih sehat dan produktif!

Nanti kalau datang berobat ke dr. Putri – gratis, he he
wah beneran ini?? ktp sakti donk ya… asik..akhirnya saia bangga punya ktp asli bali
semoga saja program ini berjalan dengan baik dan dapat dimaksimalkan oleh masyarakat khususnya masyarakat yang kurang mampu..
belum pernah baca di koran, baru tahu ada program seperti ini
Ntar deh sambil jalan baru bisa komentar banyak. Ini baru mulai sudah nemu beberapa kendala. Huff… mudah2an semuanya bisa memberikan manfaat yang baik untuk masyarakat Bali…
Wah, Pak Mangku mulai memenuhi janji kampanyenya ya? Baguslah. Semoga sukses dan bermanfaat. Paman Gober pasti suka program ini..
aku punya perspektif lain soal JKBM ini. berbau diskriminatif dan birokratis. Kenapa orang dengan HIV/AIDS, pengobatan narkoba, orang cacat tak berhak mendapat akses ini? Bukankah sebagian besar dari mereka malah yang punya persoalan dengan kesehatan dan tak mampu?
Dengan mengecualikan mereka dari JKBM, jelas sekali keberpihakan pemerintah dan upayanya membuat stigma baru untuk teman2 ODHA, pecandu narkoba, dan penyandang cacat bawaan.
Soal birokratis itu sudah pasti, dan juga menyulitkan pemberi layanan di rumah sakit. Saya pikir JKJ punya Jembrana lebih baik dan adil, so far.
yooiii…saya setuju juga dengan mok luh de..setelah lihat2 program JKBM ini masih banyak kurangnya…mungkin karena baru ya…terus terang mungkin ide program ini sangat bagus..namun pelaksanaannya belum mantapss…ya kayaknya JKJ lebih spesifik..dan kabarnya JKJ dibuat memang untuk terus berjalan meskipun bupati pencetusnya lengser..sedangkan JKBM kita blum tau pasti…ditambah lagi JKBM blum terlihat sentuhannya pada dokter2 atau praktek2 swasta…sehingga berkesan akan mematikan praktek swasta yang ada. namun kita lihat saja perkembangannya selanjutnya semoga masyarakat Bali semakin sejahtera. salam
uuh…boro2 baca koran lokal bali.
ke bali aja belum pernah ;(
info menarik
tapi sayangnya aku jarang berobat di puskesmas karena gag ada waktu
bukan sombong bu dokter, tapi karena jam kerja puskesmas kebanyakan pagi hari. sedang pagi hari selalu saja aku lewatkan dengan aktifitas kerja yang super dumper sibuk. jadinya pilihan nya tetap di dokter praktek swasta