Listrik Mati Bawa Rejeki

Belakangan ini PLN memang bikin gemes.

Hampir seminggu sekali, pasti lampu mati. Saya tidak tahu, apakah ada jadwal rutin yang ditetapkan sampai beberapa tahun untuk pemadaman bergilir.

Ayah saya yang tidak sabaran setelah listrik berkali-kali mati di rumah kami, punya kebiasaan telepon PLN dan menanyakan alasannya. Dia bisa melakukan itu 3 kali selama listrik masih mati.

Saya sendiri selalu menyalakan banyak lilin kecil-kecil supaya suasana lebih romantis. Tidak juga sih, kami tidak punya lilin yang berukuran besar untuk penerangan saat listrik. Lampu darurat kami juga sudah rusak. Ayah membelinya 3 tahun lalu. Karena tidak pernah digunakan, lampu itu sering ditimbun di dus khusus elektronik yang jarang dipakai.

Lampu mati merugikan saya, tapi menguntungkan beberapa orang. Mereka adalah penjual lampu darurat dadakan. Mereka menjamur di sepanjang jalan dekat rumah kami. Di pinggir-pinggir jalan, mereka meletakkan lampu di atas kardus pembungkusnya. Tanpa tenda dan kadang juga tanpa alas.

Saat saya pulang dari rumah seorang teman yang jauh dari wilayah saya, kebetulan listrik di Jalan Waturenggong, Denpasar, mati! Tetapi sepanjang jalan masih lumayan terang berkat penjual lampu darurat ini. Mereka memang menjual lampu darurat saat listrik mati. Jadi kalau ada tebak-tebakan anak kecil jaman sekarang, “Tukang apa yang terang saat lampu mati?”, mungkin jawabannya “Tukang jual lampu darurat” Hehehe!

Saya berhenti di salah satu penjual yang kebetulan sedang stocking barang dari truk pembawa lampu. “Wuih! gini toh orang jual lampu, ada bandarnya”, pikir saya.

lampu

Saya bertanya harga lampu ini dan itu. Ternyata harganya bermacam-macam, tergantung dari lamanya lampu itu bisa menyala. Penjual itu mematok harga 90.000 sampai 250.ooo. Harga ini belum saya bandingkan di toko elektronik yang tidak menjual lampu darurat secara occasional. Lamanya menyala sekitar 3 sampai 6 jam. Pengalaman saya, PLN selama ini mematikan listrik dari jam 5 sampai jam 11an, atau lebih. Wah, sepertinya harus beli yang paling mahal ya. Mengenai awetnya, penjual tidak bertanggung jawab, katanya sih tergantung penggunaan.

Lucunya lagi, tidak hanya mereka yang jual, tadi sore keluarga kami menerima tagihan bulanan kartu kredit dengan brosur produk terbaru yang bisa dicicil. Disana ada promo lampu darurat LED. Hmmm…. bisnis lampu memang sedang marak saat ini ya, sampai lampu darurat saja boleh dicicil.

Sesuatu memang ada sisi baik dan buruknya, dan itu bisa jadi sangat subjektif. Seperti listrik mati, semua aspek kehidupan pasti ada yang diuntungkan dan dirugikan. Semoga direktur PLN yang akan dilantik lebih banyak menguntungkan rakyat. Kabarnya Dahlan Iskan ya?

This entry was posted in Cerita Sekitar. Bookmark the permalink.

13 Responses to Listrik Mati Bawa Rejeki

  1. Cahya says:

    Jangan-jangan Putri ikutan bisnis ini ya :)

  2. pushandaka says:

    Yah, semua hal dalam hidup memang selalu punya (minimal) 2 sisi. Termasuk listrik mati.

    Dahlan Iskan? Kok bisa ya orang ini jadi direktur PLN? Jangan-jangan dia dipakai cuma untuk menetralisir image buruk PLN di media masa. Tapi tunggu sajalah kinerjanya. :)

  3. sugeng says:

    Listrik mati, banyak yang “bermain” disana. Ya iya lah………. karena bisnisnya sangat mengiurkan tapi yang jadi pertanyaan kanapa jadwal listrik padam di Bali bisa molor :?: padahal menurut info di plnbali.co.id cuma sampai tanggal 7 -12-2009. Namun kenyataan nya ……………… :???: .

  4. fauzan says:

    Di Bali sering mati lampu ya put? kasian banget…

    Jaman sekarang manusia ga bersyukur. Padahal kan lebih banyak nyalanya daripada matinya.
    Jaman dulu orang malah ngarepin banget adanya pemadaman listrik, karena dulu ga ada listrik, jadi kalo ada pemadaman listrik berarti ada listrik. hehe

  5. Blog Dokter says:

    pindah ke atambua saja put, disini lebih jarang mati lampu akhir akhir ini.

  6. PLN?
    saya sudah kehabisan kata2 tentang mereka…
    tapi kalo tentang orang jualannya, errr…saya belum nemu kata2 juga untuk mereka :mrgreen:

  7. Deddy says:

    waktu ni sempet tu dah mau posting eh lampu mati… walhasil ngungsi deh deh ke tempat yang ada wi-fi nya dan berposting ria… nanggung sih… hehe…

  8. Kurotsuchi says:

    hwahaha… selepas hijrah ke ibukota, dan kebetulan tempat saya berdomisili tidak tersentuh jatah bergilir pemadaman, sumpah serapah pas masih tinggal di jogja sebelah selatan jadi berkurang… :D

  9. imadewira says:

    PLN oh PLN… di bawah meteran listrik saya ada stiker pengumuman pemadaman bergilir sampai awal desember, tapi setelah itu ternyata masih ada pemadaman, semoga cukup segitu deh pemadamannya

  10. Pada intinya tiap sesuatu yang terjadi, pasti membawa 2 sisi yang berbeda. Ada yang diuntungkan tapi pasti ada yang dirugikan. Sudah menjadi hukum alam. :)

  11. fitria says:

    philips sepertinya sudah tidak akan lagi menggunakan tagline : terusterang philips terangterus.. wekekeke selama PLN masih doyan matiin listrik

  12. aprian says:

    IMHO bukan listrik mati membawa rejeki put, tapi para pedagang itu yang bisa membuat listrik mati menjadi sebuah rejeki. Daripada mereka sibuk mengutuk PLN, mereka mikir gimana ngeduitin mati listriknya ini … :D

  13. dani says:

    Put, saya mau konfirmasi harga lampu sejenis nih. Pas hunting baru-baru ini, lampu 36 LED di kisaran harga 100-150 ribuan bisa tahan 2 hari (sudah saya coba). Lampu neon tunggal (biasanya lebih terang dari LED), kisaran harga 80-100 ribuan, durasi 3-4 jam. Itu dengan catatan nge-charge dan pengosongan kembalinya teratur, biar awet. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>