Pernah digigit anjing, monyet, atau kucing?
Apa yang Anda lakukan?
Cuma dioles betadin?
Tahukah kalau itu bisa jadi berbahaya?
Rabies adalah penyakit yang biasa disebut masyarakat penyakit anjing gila, walaupun sebenarnya penyakit ini bisa ditularkan oleh binatang berdarah panas lainnya. Bahkan, kelelawar di suatu gua di amerika bisa menularkan rabies pada pengunjung gua itu saat mereka menghirup udara di gua. Jadi, kelelawar itu menularkan rabies dari udara yang dihembuskannya dan dihirup oleh manusia yang lewat.
Bukan bermaksud menakuti, tapi perkembangan kasus rabies di Indonesia, khususnya di Bali sungguh memprihatinkan. Sampai sekarang tidak ada obat untuk seseorang yang sudah menunjukkan gejala rabies.
Cara mencegahnya mudah dan murah, jadi saya mohon, pedulilah pada diri sendiri dan anak-anak Anda. Saat Anda atau anak Anda digigit anjing atau binatang lainnya :
1. Cuci luka gigitan selama minimal 15 menit dengan sabun pada air mengalir .
Itu minimal, jadi jangan sampai kurang. Anda bisa melakukannya sampai 30 menit. Sabun akan membantu virus rabies yang lengket dengan lemak tercuci dengan sabun. Anak kecil akan merasakan ini perih dan tidak nyaman, tapi tetap lakukan.
2. Kunjungi UGD terdekat, minta untuk dibersihkan, tapi jangan minta dijahit.
UGD tahu cara menangani luka gigitan, petugas kesehatan akan memberi banyak antiseptik dan akan dilakukan sedikit lama. Rasanya agak perih terutama untuk anak kecil. Jahitan untuk luka gigitan malah akan membuat luka yang lubang jadi tertutup. Resikonya adalah nanah yang akan keluar dari jaringan mati yang digerogoti bakteri.
3. Minta Vaksin SEGERA. GRATIS.
Di Bali , yang disediakan adalah VAR. Vaksin untuk Rabies yang akan disuntikkan gratis pada korban yang terkena gigitan binatang. Untuk wilayah lain info bisa didapatkan di RS terdekat.
4. AWASI
Jika yang menggigit adalah binatang peliharaan Anda, awasi hewan tersebut, apakah dalam waktu setidaknya 10 hari hewan itu mati. Hal ini tidak dapat dilakukan jika yang menggigit adalah hewan liar. Jadi, laporkan pada RT/Kelian banjar atau pihak yang dapat meneruskan informasi ke badan peternakan.
Di sebagian desa di kecamatan Kerambitan, kabupaten Tabanan Bali, malah dilakukan usaha dengan membunuh semua anjing pada suatu desa untuk mencegah penularan Rabies, tidak terkecuali hewan peliharaan. Di Kabupaten Tabanan sendiri, sudah ada 5 nyawa melayang pasien suspect Rabies. Sayang, walaupun beberapa diantaranya menunjukkan gejala khas Rabies setelah digigit anjing yang mengamuk, anjing itu dibunuh dan tidak dikubur sehingga tidak bisa diotopsi untuk dibuktikan.
Pertimbangan antara nyawa manusia atau nyawa anjing memang harus dipikirkan.
Apakah Anda akan mempertaruhkan nyawa anak atau diri Anda karena anjing Anda seharga jutaan rupiah yang Anda sayangi?
Apakah Anda akan mempertaruhkan nyawa anak atau diri Anda karena rasa perih saat mencuci luka bekas gigitan atau saat petugas UGD melakukan suntikan?
Hal-hal tersebut harus dipikirkan. Ingat, WHO sendiri sudah menerima laporan dari Departemen Agrikultur tentang outbreak rabies pada anjing pada bulan Desember 2008 dan 90% penular rabies pada manusia adalah anjing. Bukankah bodoh kalau kita tidak waspada?

kalau vaksin anti rabies untuk anjing gimana? apakah gratis juga dan apakah vaksin itu ampuh untuk selamanya. terima kasih untuk informasi ini.
Bli Wira, info tentang rabies pada anjing, vaksinasi anjing secara rutin, pendataan anjing peliharaan dan anjing liar serta kebijakan pemusnahannya bisa ditanyakan pada dinas peternakan setempat.
Untuk keampuhan vaksin pada manusia, seseorang yang digigit anjing, menurut DepKes vaksin diberikan pada hari itu, hari ke-7 setelahnya dan hari ke-21. Dan jika digigit lagi, tapi belum sampai lima tahun dari gigitan sebelumnya vaksin diberikan 2x dosis pada hari digigit dan hari ke-3 setelahnya. Tapi jika gigitan sangat berat (dalam dan luas), vaksin diberikan ulang seperti gigitan pertama.
Mudah-mudahan membantu.
oh ini toh kerjaan bu dokter di Kerambitan itu…
terimakasih informasinya…
wah adik saya waktu digigit anjing dijahit…masalahnya luka bekas gigitan lebar dan dalam…
Eka,
Jahitan situasional namanya, untuk luka yang memang sangat lebar, tapi jahitannya tidak boleh terlalu rapat, alasannya hanya untuk menempelkan jaringan yang terkoyak dan membantunya untuk reheal lebih baik.
Untuk luka gigitan yang tidak lebar, hanya dilakukan tamponasi dengan kasa yang diberi antiseptik. ^^
Masih kurang ti..
Setelah melakukan itu semua, cari si penggigit. Kalau binatang liar, tangkap atau laporkan ke pihak berwenang. Kalau binatang peliharaan orang, sarankan biar jangan dilepas sembarangan di luar rumah.
*jengkel banget sama anjing dan kucing yang berkeliaran di jalan dan gang-gang!!
Pushandaka,
ahh ya, kalau memang memungkinkan untuk mencari pemilik, laporkan pada pemiliknya,
dan kalau itu binatang peliharaan diharapkan diikat, tidak dilepas dan dibiarkan, ini juga mengurangi kemungkinan binatang peliharaan tertular Rabies dari binatang liar.
Thanks ! ^^
Kemarin saya menghadapi situasi yang mirip. Gigitan kera, setidaknya tiga pais terkoyak sedalam sepuluh senti dengan lebar dua puluh senti-an, darah banjir di mana-mana, udah panik duluan, takut arteri kena.
Akhirnya tancap gas mobil ke IRD, sampai-sampai lupa kalau di rumah punya larutan garam fisiologis buat cuci luka.
Sip! Info seperti ini nih yang musti disebarkan ke masyarakat bali sekarang. Memang, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Mungkin pencegahan terbaik adalah jangan sampai digigit anjing
Terima kasih pencerahannya.
Kayaknya mesti hati-hati juga dengan kucing ya, terutama anak-anak.
Ikuti acara Ladies Program di blog saya,ada cinderamata menarik lho.
Salam hangat dari Surabaya.
Aduhhhhhhhh gile ngeri aje… saya belum pernah sih digigit binatang. Dulu punya piaraan anjing banyak tp semua divaksin teratur. Pernah sekali pembantu saya goda2in anjing saya yg lagi makan, tulangnya mo ditarik2 gitu. Ya namanya hewan, kan mikirnya ini pasti ngerampok makanan guee… happ!! digigit jarinya, koyak jari tengahnya hiihhh…. Lgsg bawa ke rmh sakit utk diobati. Nah jadi pelajaran jg, bahwa biarpun piaraan kita jinak, mereka tetap hewan…
terus kalo digigit putri apa obatnya?
salam kenal aja ya
thanks
serem juga yaa.. saya sih memang takut sama anjing.. di rumah juga gak ada hewan peliharaan..
hmm.. nice info banget.. kalo di tempat saya sih agak jarang kasus ini
wahhh aku takut anjing mbak, tapi kalo kucing enggak
wah klo saya di gigit ajing…lain cara nya..saya tangkep anjing nya..terus saya bawa dehh ke tempat RW…habis itu saya gigit lagi deh anjing nya..kan impas!!!(sama2 bisa gigit)
hahahah, nice info putri
nanti klo ada yang kegigit monyetnya om topeng monyet pasti bakalan gw praktekin
**berarti lo mraktekin ke diri sendiri dis?
**
Terima kasih infonya Bu Dokter.
Kalau digigit tikus n kambing bahaya ndak?? Apa harus digigit balik?