
“Karya inspiratif dari penulis kontroversial, Oh really?”, itu yang ada di pikiran saya saat melihat buku itu di rak ‘buku terbaru’. Pengarang zaman sekarang kadang licik. Siasatnya dengan menggunakan testimonial, embel-embel tulisan kontroversial, yang mereka pikir akan membuat pembeli tertarik dan langsung membeli tanpa membaca isinya lebih dahulu.
Saya buka buku yang tidak bersegel dan membaca pengantarnya..
“Maafkan saya Tuan Izrail, saya berani membayangkanmu menurut imajinasi saya, saya benci orang mengimajinasikanmu dengan sosok yang menyeramkan, karena dalam imajinasi saya Anda tidak seperti itu”. Kira-kira seperti itu maksud kalimatnya….
Dalam hati saya tertawa, dan makin penasaran, bagaimana kira-kira penulis ini membayangkan Izrail, malaikat pencabut nyawa itu.
Di buku ini diceritakan pemuda yang belum waktunya mati, tapi karena dia bernama sama dengan orang lain, malaikat itu salah mencabut nyawa. Akhirnya, pemuda itu melayang-layang diantara surga dan neraka karena dia tak bisa masuk ke salah satunya. Dalam perjalanannya, Izrail meminta tolong pada pemuda itu untuk menggantikan tugasnya.
Di dalamnya saya diajak bertualang di dunia gaib. Penulisnya membuat saya seperti berada diatas bumi, dimana kita bisa melihat perbuatan orang-orang di bawah kita dan lebih serunya lagi adalah membayangkan menjadi orang tak terlihat serta mempunyai hak untuk mencabut nyawa, menyenangkan sekaligus mengerikan.
Alur cerita dalam buku ini benar-benar jelas, tidak rumit dan banyak kalimat yang membuat saya geli sendiri, karena ternyata banyak pendapat penulis tentang kematian, dosa dan pahala sangat manusiawi, tidak dibuat-buat, tidak sok idealis tapi juga tidak terlalu kotor.
Kalimat pertama pada bab pertama buku ini, yang mengatakan bahwa si pemuda jongkok dengan dagu menyentuh lutut dan berhimpitan dengan roh lainnya dalam sebuah ruang , menunggu untuk dipanggil namanya, langsung membuat saya penasaran dan menghabiskan isinya sekali baca dalam satu hari. Ternyata tidak terlalu islami, hanya buku biasa… dan itu membuat saya semakin berminat
Untuk bersenang-senang saat senggang, buku ini sangat cocok dibaca. Sekedar membawa kita berimajinasi dan terinspirasi untuk menemukan ide lain untuk menulis. Pesan moral juga tidak lupa dilampirkan oleh penulisnya.
five thumbs up deh.

Kalau aku suka karya-karyanya Susana Tammaro
unik juga yah ide ceritanya. jadi penasaran ni
pinjem dong bukunya…send by email yah..hehehe
Pingback: Doraemon: Nobita and the Green Giant Legend « BELOGngeBLOG
Oooo…ini tho buku yang kamu ceritain dulu. Buku yang kamu baca habis di toko buku tanpa membelinya? Hahaha
Jadi penasaran.
@ Cahya : sampe sekarang aku masih penasaran, yang mana si buku susanna tamaro?
@ triYunis : must read!
@ekaBelog : membajak itu dilarang… katanya :p
@fauzan : ppsstt…!! jangan buka aib dong..
wah, saya jarang beli buku nih, cukup senang baca blog aja, hehehe..
ah, kamu membuatku pengen baca buku ini. sepertinya bagus buat obat mabuk fesbuk. :p
wah…wah…wah…. sampe lima jempol ya… yang mana aja ya…? heheh…
penasaran juga gmn rasanya gantiin tugasnya si Izrail ini. pastinya kita bakal subyektif dlm hal mencabut nyawa seseorang hehehe…
Wah, Astiti lagi obral 5 jempol nih..
Saya sudah lama banget ndak baca buku. Beberapa buku masih teronggok di kamar dengan pembatas buku masih terjepit di buku-buku itu alias blum selesai saya baca.
Eh… kamu ga tahu bukunya? Yang misalnya salah satu judulnya sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia seperti: Va’ dove ti porta il cuore? Coba tengok di http://www.susannatamaro.it/eng_index.html
kayaqnya asik tuh… secara saya mayan suka dengan cerita2 yang keluar pakem, tidak STD, dan mempunyai ending yg anti-klimaks atau menggantung…
Buku karya Putri Astiti kapan release-nya?
untuk wasting time mending baca blog deh.. asli lebih beragam
@wira : buku itu terbukti ga bikin sakit mata loh…. kecuali kalo dilemparin buku..
@ a! : bener banget! ayoh beli buku..
@kidungjingga : hayoo yang mana hayoo… hihi!
@Brandal Surga : kalo itu aku, juga pasti bakal subyektif :p
@Pushandaka : btw, saya juga :p
@Cahya (lagi) : coba deh ntar kutengok di gramedia…
@Kurotsuchi : yeap! beli satu…
@Blog Dokter : wew… dokter deh yang promoin, baru saya mau bikin :p
@Bali : saya juga setuju, tapi kadang buku lebih asyik.. huehue!