Izrail – Yusuf As Siba’i

Izrail - Yusuf As Siba'i

“Karya inspiratif dari penulis kontroversial, Oh really?”,  itu yang ada di pikiran saya saat melihat buku itu di rak ‘buku terbaru’. Pengarang zaman sekarang kadang licik. Siasatnya dengan menggunakan testimonial, embel-embel tulisan kontroversial, yang mereka pikir akan membuat pembeli tertarik dan langsung membeli tanpa membaca isinya lebih dahulu.

Saya buka buku yang tidak bersegel dan membaca pengantarnya..

“Maafkan saya Tuan Izrail, saya berani membayangkanmu menurut imajinasi saya, saya benci orang mengimajinasikanmu dengan sosok yang menyeramkan, karena dalam imajinasi saya Anda tidak seperti itu”. Kira-kira seperti itu maksud kalimatnya….

Dalam hati saya tertawa, dan makin penasaran, bagaimana kira-kira penulis ini membayangkan Izrail, malaikat pencabut nyawa itu.

Di buku ini diceritakan pemuda yang belum waktunya mati, tapi karena dia bernama sama dengan orang lain, malaikat itu salah mencabut nyawa. Akhirnya, pemuda itu melayang-layang diantara surga dan neraka karena dia tak bisa masuk ke salah satunya. Dalam perjalanannya, Izrail meminta tolong pada pemuda itu untuk menggantikan tugasnya.

Di dalamnya saya diajak bertualang di dunia gaib. Penulisnya membuat saya  seperti berada diatas bumi, dimana kita bisa melihat perbuatan orang-orang di bawah kita dan lebih serunya lagi adalah membayangkan menjadi orang tak terlihat serta mempunyai hak untuk mencabut nyawa, menyenangkan sekaligus mengerikan.

Alur cerita dalam buku ini benar-benar jelas, tidak rumit dan banyak kalimat yang membuat saya geli sendiri, karena ternyata banyak pendapat penulis tentang kematian, dosa dan pahala sangat manusiawi, tidak dibuat-buat, tidak sok idealis tapi juga tidak terlalu kotor.

Kalimat pertama pada bab pertama buku ini, yang mengatakan bahwa si pemuda jongkok dengan dagu menyentuh lutut dan berhimpitan dengan roh lainnya dalam sebuah ruang , menunggu untuk dipanggil namanya, langsung membuat saya penasaran dan menghabiskan isinya sekali baca dalam satu hari. Ternyata tidak terlalu islami, hanya buku biasa… dan itu membuat saya semakin berminat :D

Untuk bersenang-senang saat senggang, buku ini sangat cocok dibaca. Sekedar membawa kita berimajinasi dan terinspirasi untuk menemukan ide lain untuk menulis. Pesan moral juga tidak lupa dilampirkan oleh penulisnya.

five thumbs up deh.

This entry was posted in Buku Favorit. Bookmark the permalink.

16 Responses to Izrail – Yusuf As Siba’i

  1. Cahya says:

    Kalau aku suka karya-karyanya Susana Tammaro :D

  2. triYuniS says:

    unik juga yah ide ceritanya. jadi penasaran ni :D

  3. ekabelog says:

    pinjem dong bukunya…send by email yah..hehehe

  4. Pingback: Doraemon: Nobita and the Green Giant Legend « BELOGngeBLOG

  5. fauzan says:

    Oooo…ini tho buku yang kamu ceritain dulu. Buku yang kamu baca habis di toko buku tanpa membelinya? Hahaha :P

    Jadi penasaran.

  6. Putri says:

    @ Cahya : sampe sekarang aku masih penasaran, yang mana si buku susanna tamaro?

    @ triYunis : must read!

    @ekaBelog : membajak itu dilarang… katanya :p

    @fauzan : ppsstt…!! jangan buka aib dong..

  7. wira says:

    wah, saya jarang beli buku nih, cukup senang baca blog aja, hehehe..

  8. a! says:

    ah, kamu membuatku pengen baca buku ini. sepertinya bagus buat obat mabuk fesbuk. :p

  9. kidungjingga says:

    wah…wah…wah…. sampe lima jempol ya… yang mana aja ya…? heheh…

  10. penasaran juga gmn rasanya gantiin tugasnya si Izrail ini. pastinya kita bakal subyektif dlm hal mencabut nyawa seseorang hehehe… ;)

  11. pushandaka says:

    Wah, Astiti lagi obral 5 jempol nih..

    Saya sudah lama banget ndak baca buku. Beberapa buku masih teronggok di kamar dengan pembatas buku masih terjepit di buku-buku itu alias blum selesai saya baca.

  12. Cahya says:

    Eh… kamu ga tahu bukunya? Yang misalnya salah satu judulnya sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia seperti: Va’ dove ti porta il cuore? Coba tengok di http://www.susannatamaro.it/eng_index.html

  13. Kurotsuchi says:

    kayaqnya asik tuh… secara saya mayan suka dengan cerita2 yang keluar pakem, tidak STD, dan mempunyai ending yg anti-klimaks atau menggantung…

  14. Blog Dokter says:

    Buku karya Putri Astiti kapan release-nya?

  15. Bali says:

    untuk wasting time mending baca blog deh.. asli lebih beragam

  16. Putri says:

    @wira : buku itu terbukti ga bikin sakit mata loh…. kecuali kalo dilemparin buku.. :D

    @ a! : bener banget! ayoh beli buku..

    @kidungjingga : hayoo yang mana hayoo… hihi!

    @Brandal Surga : kalo itu aku, juga pasti bakal subyektif :p

    @Pushandaka : btw, saya juga :p

    @Cahya (lagi) : coba deh ntar kutengok di gramedia…

    @Kurotsuchi : yeap! beli satu…

    @Blog Dokter : wew… dokter deh yang promoin, baru saya mau bikin :p

    @Bali : saya juga setuju, tapi kadang buku lebih asyik.. huehue!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>