Kepada Yth Calon Suamiku

Maaf,
mungkin aku tidak bisa menjadi istri yang menurut semua kata-katamu, tidak bisa mempunyai sedikit teman dan hanya bertemankan dirimu saja selama-lamanya.

Maaf,
mungkin aku tidak bisa kau suruh tinggal di rumah sementara dunia luar begitu mempesona. Ayo ikut bersamaku, kita nikmati bersama-sama, otherwise aku menikmatinya sendirian dan tidak perlu berkhianat.

Maaf,
aku ingin aku terus berkembang, menyempurnakan diriku dengan banyak ilmu dan terus mencarinya, aku tidak bisa menerima hanya nasehat darimu yang hanya dapat divalidasi oleh ego kelaki-lakianmu saja.

Aku tahu arti kata bebas dengan baik. Bebas berpikir. Bebas belajar. Bebas melakukan hal positif.

Aku tahu menghargai manusia dengan baik.

Aku percaya saling menghargai itu bukan dengan menjadikan aku istri yang hanya bekerja memenuhi kebutuhan rumah tangga, melahirkan anak lalu mati setia.

Aku yakin aku bisa setia.

Aku yakin bisa memasak, yang awalnya bumbunya hambar tapi lama-lama cucuku akan bilang masakan nenek yang paling enak.

Aku terbiasa meraih sesuatu tanpa tidak menghargai orang yang menyayangiku sampai mati.

Aku perempuan yang akan menjaga diriku baik-baik untukmu.
Menjadikan engkau imam dalam solat dan membuatmu laki-laki yang bisa dibanggakan oleh siapapun.

Tapi kau harus cerdas, berpikiran luas dan dapat merasakan apa yang partnermu rasakan.
Kau juga harus jadi pembimbing dan dapat meletakkan rasa cemburumu di dalam tempat yang sangat tepat.

Aku akan membebaskanmu meraih sesuatu karena kau selalu setia dan jujur.

Aku yakin kita akan merasa beruntung menemukan satu sama lain.

Posted in Cerita Sekitar | 3 Comments

25 + 1/366

Hari ini aku 25 tahun lebih sehari.
Grand piano belum terbeli.
Saat ditanya apa aku baik-baik saja, aku bilang lumayan.
Aku berjilbab.
Gajiku habis untuk pelatihan EKG di Surabaya.
Tidak punya hutang.
Masih punya cinta.

Lumayan.
Karena aku seperempat abad dan masih ada orang-orang yang mencintaiku.
Harapanku tak pernah putus.
Aku tak takut hidup.
Aku ingin apa yang aku inginkan terwujud.
Aku kadang-kadang masih menangisi hal yang tak masuk akal.
Aku belajar banyak tentang ketulusan dan cinta yang besar, tentang bertahan hidup dan menghadapi orang-orang yang lebih kuat dariku.

Aku perempuan, 25 tahun, produktif dan berharap banyak.

Posted in Hai Blog, Hari ini aku..... | 5 Comments