Maaf,
mungkin aku tidak bisa menjadi istri yang menurut semua kata-katamu, tidak bisa mempunyai sedikit teman dan hanya bertemankan dirimu saja selama-lamanya.
Maaf,
mungkin aku tidak bisa kau suruh tinggal di rumah sementara dunia luar begitu mempesona. Ayo ikut bersamaku, kita nikmati bersama-sama, otherwise aku menikmatinya sendirian dan tidak perlu berkhianat.
Maaf,
aku ingin aku terus berkembang, menyempurnakan diriku dengan banyak ilmu dan terus mencarinya, aku tidak bisa menerima hanya nasehat darimu yang hanya dapat divalidasi oleh ego kelaki-lakianmu saja.
Aku tahu arti kata bebas dengan baik. Bebas berpikir. Bebas belajar. Bebas melakukan hal positif.
Aku tahu menghargai manusia dengan baik.
Aku percaya saling menghargai itu bukan dengan menjadikan aku istri yang hanya bekerja memenuhi kebutuhan rumah tangga, melahirkan anak lalu mati setia.
Aku yakin aku bisa setia.
Aku yakin bisa memasak, yang awalnya bumbunya hambar tapi lama-lama cucuku akan bilang masakan nenek yang paling enak.
Aku terbiasa meraih sesuatu tanpa tidak menghargai orang yang menyayangiku sampai mati.
Aku perempuan yang akan menjaga diriku baik-baik untukmu.
Menjadikan engkau imam dalam solat dan membuatmu laki-laki yang bisa dibanggakan oleh siapapun.
Tapi kau harus cerdas, berpikiran luas dan dapat merasakan apa yang partnermu rasakan.
Kau juga harus jadi pembimbing dan dapat meletakkan rasa cemburumu di dalam tempat yang sangat tepat.
Aku akan membebaskanmu meraih sesuatu karena kau selalu setia dan jujur.
Aku yakin kita akan merasa beruntung menemukan satu sama lain.
